Kejujuran Kecil Berdampak Besar

Jujur??? Memang susah melakukannya, apalagi ada embel embel takut dimarahi. Tapi, sebagai seorang wanita yang sudah beranak tentu segala sesuatu itu harus dilakukan dengan baik, perkataan harus jujur. Itu karena sebagai orangtua ingin anaknya menjadi anak yang jujur, bahkan si anak bangga dan bilang kalau "aku anak jujur" ketika suatu hari disuruh berbohong oleh rekannya.
Tak mudah memang mengajarkan anak berlaku jujur, apalagi terkadang sebagai orangtua harus berbohong didepan anak gara gara sesuatu hal. Misalnya, ketika si anak ngamuk minta main diluar rumah dalam keadaan matahari yang terik kemudian si orangtua malah bohongin anaknya bilang kalau main diluar nanti ada hantu, ada drakula, ada badut, dll. Kadang saya merasa lucu kalau melihat fenomena ini, soalnya saya sendiri diajarkan oleh orang tua tidak berbohong dalam hal apapun termasuk kepada anak kecil.
Seperti yang kita ketahui anak kecil merupakan anak yang bersih, seseorang yang belum mengetahui apapun, dan bebas dari dosa. Mau jadi apa mereka tergantung kita orangtuanya. Lalu bagaimana mengajari anak agar berlaku jujur dan dia bangga ketika mengatakan "aku anak jujur" ? Berdasarkan dari pengalaman saya, Pertama saya tidak pernah dibohongi oleh orangtua untuk hal apapun, orangtua selalu berkata hal yang sebenarnya kepada diri saya, begitupun dengan saya yang tidak pernah berani membohongi orangtua untuk hal apapun. Hal itulah yang saya turunkan kepada anak saya, bagaimanapun keadaannya saya pasti jujur. Seperti halnya ketika anak ini merengek minta main diluar dalam keadaan terik matahari, saya bilang saja terus terang sama dia kalau main diluar siang siang nanti sakit, terus kedokter disuntik kaya waktu imunisasi, nanti saja mainnya jam 4. Si anak nurut karena kemudian dialihkan keperminan indoor yang lebih menyenangkan, dan janji jam 4 tadi tentu harus ditepati iya sama si anak soalnya disitulah kita melatih kejujuran tanpa disadari, tentunya biar anak kita juga menepati janji.
Yang kedua ketika si anak memecahkan sesuatu atau menjatuhkan barang, tidak usah marah, tapi latih dia untuk berkata seperti misalnya "tadi ini kenapa?" "jatuh sama ade." "okeh ga apa apa, yuk bantu mama untuk membereskan." hal sepele itu bakalan melatih mental anak untuk berlaku jujur dan bertanggungjawab. Saya yakin dari hal sepele tersebut akan terbawa sampai besar, karena mental ini harus dididik. Lantas kalau dibentak, mungkin sianak bakalan takut untuk jujur sampai dia dewasa nanti.
Yang ketiga untuk masalah uang. Hal ini sangat penting, dikarenakan bisa terbawa sampai dewasa. Tak mudah memang, tapi kalau dilandasi dikeluarganya jujur, hal ini akan biasa saja. Memang segala sesuatu tidak melulu uang, tapi di zaman sekarang uang merupakan alat transaksi penting. Bahkan untuk anakku yang masih berumur 3 tahun mengerti akan uang dan kalau mau belanja makanan kewarung harus pakai uang. Lalu bagaimana sebagai orangtua agar anak berlaku jujur untuk hal ini? Hal pertama yang harus dilakukan adalah jauhkan dompet anda dari jangkauan anak anak, jangan dikasih tau dimana menyimpannya. Saya biasanya membagi 2 buah dompet yang pertama dompet operasional sehari hari, dompet ini hanya berisi uang untuk kegiatan operasional saja dalam 1 hari itu saja karena sisanya disimpan didompet/atm yang tidak diketahui anak, jadi bilamana habis uangnya dan anak jajan ga jelas tinggal perlihatkan dompetnya. Anak saya tau dan saya jelaskan kalau uangnya untuk beli makan, jajan, beli susu, beli mainan, tidak bisa hanya untuk jajan atau beli mainan saja itupun pemberian uangnya harus dari tangan kita jangan suruh ambil sendiri, nanti kebiasaan. Kenapa harus dari tangan kita? Karena melatih si anak akan privasi, akan kejujuran. Lalu dimana kejujurannya?? Letak kejujurannya adalah dari kebiasaan mengambilnya itu, kalau kita membiasakan si anak mengambil sendiri didompet kita, maka sudah besar akan kebiasaan dan tidak ada rasa bersalah karena kita membiarkannya. So, biasakan anak diberi uang dari tangan kita bukan ambil sendiri berapapun jumlahnya. Hal ini juga akan memupuk rasa tidak berani mengambil barang milik orang. Hal ini harus dilakukan sampai dewasa. Mungkin anak memang jujur, tapi sebaiknya anak itu diberi jangan sampai ambil sendiri. Misalnya kita repot lagi cuci piring, anak minta jajan segera, karena merasa uang operasional yang didompet sedikit lalu suruh anak ambil sendiri. Lebih baik jangan iya .. Karena kebiasaan yang baik akan menumbuhkan sesuatu yang baik.
Keempat ketika menemukan barang temuan, baik uang maupun barang. Tanamkan pada anak sejak dini tidak boleh mengambilnya karena dosa, lebih baik disebarkan atau dibiarkan saja. Malahan mama suka bilang, "kalau kamu ambil barang temuan 1.000, maka nanti kamu akan kehilangan 10.000" dan saya percaya karena saya pernah mengalaminya. Berasa senang menemukan uang dijalan, tau taunya uang saya yang nominalnya lebih besar hilang.

Itulah yang orangtua saya lakukan pada saya, padahal Ibu saya punya usaha buka toko waktu saya masih kecil tapi saya tidak pernah berani mengambil uang dari kasnya. Karena didalam keluarga saya dipupuk untuk melakukan segala sesuatu dengan jujur, karena kalau tidak jujur akan berefek jangka panjang. -Terkadang mama selalu  kasih contoh nasib orang, real didepan kita untuk menanamkan nilai kejujuran ini- mungkin hal inilah yang akan saya terapkan pada anak saya, memupuk jujur pada dirinya sejak dia masih kecil, hingga dia bangga pada dirinya dan berkata pada temannya yang tidak jujur bahwa "aku anak jujur".






Tulisan ini untuk diikut sertakan dalam kompetisi blog anak jujur yang dipersembahkan oleh komisi pemberantasan korupsi (KPK).

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Produk Wardah Acne Series

Liwet Sapi For My baby

Acer Switch Alpha 12 : Si Notebook Tablet yang Menunjang Kreatifitas Tanpa Batas