pantai rambak

Rambak yang kalau menurut bahasa indonesia adalah menjalar ke segala penjuru atau tumbuhan yang menjalar. Mungkin karena itulah pantai ini disebut pantai rambak. Banyak pohon besar disebelah kanan dan kiri sebelum masuk kepantai ini. Jalanan yang tidak diaspal alias tanah merah membuat seru perjalanan karena kondisi mobil tidak stabil. Sebelumnya ada sebuah pos dipintu masuk yang mengharuskan kita membayar sejumlah uang, tapi santai saja harganya ngga sampai ratusan ribu. Hanya 2.000 rupiah untuk setiap orang yang masuk.
Saat aku kemari ombak sedang besar. Ada tulisan besar di batu yang bertuliskan "dilarang mandi! Ombak besar" tulisan itu berhuruf kapital.
jalanan agak berdebu karena tidak beraspal. Kalau kamu kemari kamu akan melihat perbedaan warna laut. Dipinggir pantai berwarna biru dan beberapa meter berwarna gelap, menandakan kalau laut sangat dalam. Makannya harus waspada kalau dipantai ini, karena terkenal dengan ancaman maut. Bahkan pernah ada seseorang yang jatuh dari batu dipinggir pantai dan menghilang, cerita itu diceritakan oleh teman suami yang asli orang sini. Secara geografis karena palung laut itu. Kenapa bisa ada palung laut? Karena di laut ini banyak sekali terkandung sumber daya alam minyak, hingga tak heran ketika kamu berada dipantai ini bakalan melihat kapal kapal pengebor yang bertengger ditengah lautan dan tim sar dengan perlengkapannya siap berjaga di pinggir pantai. Ada banyak anggota tim sar yang berjaga, mungkin karena menurut ramalan BMKG cuaca tidak bagus selama beberapa hari kedepan.






karena tidak boleh mandi, akhirnya kita hanya duduk duduk saja di pinggir pantai sambil menikmati angin, suara gemuruh ombak, dan bau ikan bakar yang dibakarkan sama abang abang penjual, dan kelapa muda.
Btw kalau kamu duduk ditenda tenda pinggir pantai ini harus bayar loh .. Harga sewanya rp. 50.000 . Cukup mahal. Rugi kalau cuman bertiga. Makannya paling asyik bawa rombongan biar bisa patungan.






Ada banyak jenis ikan laut yang dijual. Tapi daripada makan ikan yang aneh namanya (baru denger) mending makan ikan yang sudah pasti enak, biasanya kalau ikan lait aku pesan ikan seminyak atau ikan tenggiri atau ikan kakap, atau pesan cumi, pesan udang. Yang menurutku pasti enak. Soal rasa? Standar lah .. Karena yang juara enak itu tetep di tempat ikan bakar langganan di pangkalpinang. Berhubung perut sudah sangat lapar, jadi aku makan dengan lahap. Hahaha




Disini ada penyewaan motor cros* buat anak kecil. Harganya cuman 20.000 untuk 10 menit. Rutenya iya muter muter disitu aja sech. Fasilitas lain ada mushola, tapi musholanya kecil. Cukup lama kita berada dipantai ini, soalnya tunggu bakar ikan. Tapi ngga bikin bosan kok soalnya pemandangan disini natural banget, terus ngga kerasa aja waktu apalagi sambil minum kelapa muda.

Komentar

  1. Enaknya..tinggal deket pantai ya mbak :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya enaknya bisa jalan2 kepantai.
      ga enakannya panas, tak bisa hidup tanpa AC maklum sebelumnya tinggal dipegunungan didaerah bandung, trus kalau lagi hujan deras disertai petir itu ga enak juga, karena petirnya besar2 malahan smpe masuk rumah ...
      Makaiah sudah berkunjung. Salam kenal...

      Hapus
  2. Iya enaknya bisa jalan2 kepantai.
    ga enakannya panas, tak bisa hidup tanpa AC maklum sebelumnya tinggal dipegunungan didaerah bandung, trus kalau lagi hujan deras disertai petir itu ga enak juga, karena petirnya besar2 malahan smpe masuk rumah ...
    Makaiah sudah berkunjung. Salam kenal...

    BalasHapus
  3. pgeen deh kepantai.. long time no see ama mereka hehhe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makasih sudah berkunjung teh, iya teh sok rencanakan berlibur kepantai. Seru. Bisa main pasir klo bwa anak.

      Hapus
  4. Waaah kangen pantaaai.
    Nice info

    Salam kenal

    BalasHapus
    Balasan
    1. Salam kenal juga teh.
      makasih iya sudah berkunjung.

      Hapus
  5. pantai = main ombak
    ternyata tidak selalu!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya teh tidak selalu harus main ombak, duduk duduk dipinggir pantai sambil makan pun asyik teh .... Atau main pasir sama anak ..

      Hapus
  6. Mak, fotonya diperbesar supaya kita bisa lihat keindahan pantainya juga. Maklum mata ini susah liat yang kecil-kecil.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Okeh siap mba junita, maklum saya posting by phone ini tambah lagi fotonya hanya hasil jepretan hp yg hanya berkekuatan 15MP klo photo di atur large malah jadi kacau tulisannya, jadi medium dulu ...
      next time klo sudah ketemu kartu untuk modem diposting lebih bagus iya ...
      makasih loh mba sudah berkunjung ... Salam kenal....

      Hapus
  7. Sudah lama saya tak ke Bangka, banyak teman dan saudara di sana. Dulu saya sekolah di Sungailiat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ouh teh ria orang bangka, saya di pangkal pinang teh rumahnya, salam kenal iya ...

      Hapus
  8. Saya juga suka liburan ke pantai hehe.. nice post mam..
    Kindly mampir di portingan terakhir saya ya mam... Thank you... http://www.beautydiarykania.com/2016/09/rambut-sehat-indah-dan-bersinar-ala.html

    BalasHapus
  9. jadi inget film laskar pelangi klau lihat pantai-pantai itu
    kapan ya bisa menginjakkan kaki ke pantai pantai yang indah di luar Jwa, termasuk pantai rambak ini, nabung dulu, hahaha!

    BalasHapus
  10. jadi inget film laskar pelangi klau lihat pantai-pantai itu
    kapan ya bisa menginjakkan kaki ke pantai pantai yang indah di luar Jwa, termasuk pantai rambak ini, nabung dulu, hahaha!

    BalasHapus

Posting Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Produk Wardah Acne Series

Liwet Sapi For My baby

Acer Switch Alpha 12 : Si Notebook Tablet yang Menunjang Kreatifitas Tanpa Batas