Kerja Nyata Terangi Negeri

5 tahun mengabdikan diri ke perusahaan listrik negara, saya sadar bahwa bekerja tidak hanya mencari penghasilan semata untuk menafkahi keluarga. Ada sebuah nilai-nilai yang harus dipenuhi, yaitu menerangi indonesia. Seperti kita ketahui  kalau di Indonesia bahkan saya sendiri tidak dapat hidup tanpa listrik. Listrik sudah menjadi kebutuhan yang tidak dapat terlepas dari kehidupan dan kebutuhan sehari-hari.  Bagaimana tidak, dizaman sekarang ini yang serba mudah, semua dijalankan oleh listrik. Mulai dari mesin untuk mencuci, televisi, mesin penanak nasi, pendingin udara, komputer, telpon genggam, setrika, alat musik, lampu, bahkan alat dapur seperti oven dan kompor pun sudah ada yang pakai listrik, termasuk mainan anak saya pun harus mempergunakan listrik untuk pengisi dayanya. Maka tidak heran, ketika listrik mati banyak diantara pihak yang menyalahkan PLN, mengeluh, bahkan sampai melakukan demo didepan kantor PLN. Padahal para pegawai PLN Selalu berusaha dengan sangat keras untuk membuat listrik tetap menyala. Banyak diantara kami yang rela meninggalkan keluarga demi bekerja, bekerja, dan bekerja. Bekerja dari pagi hingga petang dan terkadang ketika gangguan datang kami harus bekerja hingga pagi lagi. Bahkan saya sendiri melewatkan moment penting ketika istri saya melahirkan. Saya tidak dapat mendampingi sang istri dikarenakan harus melaksanakan piket pengaturan beban (dispatcher) dari pukul 16.00 sampai dengan pukul 08.00 keesokan harinya. Hari itu tidak ada orang yang dapat menggantikan saya.
Ada beberapa poin yang terkadang tidak pernah disadari, tentang bagaimana listrik itu dapat menyala. Butuh proses yang sangat panjang agar listrik dapat sampai ke Rumah kita. Unit kerja yang sangat kompleks yang terdiri dari pembangkitan, distribusi, dan niaga membuat saya memahami bagaimana proses perjalanan listrik itu sebenarnya untuk sampai ke rumah pelanggan. Perjalanan listrik dimulai dengan Pembangkit Listrik, ada beberapa macam pembangkit listrik. Di Pulau Bangka sendiri, ada 4 (empat) jenis Pembangkit diantaranya PLTD (Pembangkit Listrik Tenaga Diesel), PLTU (Pembangkit Listrik Tenaga Uap), PLT Bio Gas dan PLT Bio Mass. Selanjutnya listrik akan disalurkan kepada masyarakat melalui jaringan distribusi, jaringan distribusi ini harus melalui proses yang sangat panjang sekali hingga akhirnya masyarakat akan menerima listrik. 
Pangkal pinang yang menurut semboyan Negeri serumpun sebalai, merupakan tempat pertama saya untuk mengabdikan diri di PLN. Awal datang kesini, saya tercengang. Tidak ada macet, tidak ada bioskop, tidak ada mall, tapi di balik itu semua ada keindahan alam yang terjaga. Pulau ini terkenal dengan pantainya. Ada banyak sekali pantai. Disitulah saya merasa bersyukur, karena dapat menikmati bagian lain dari Indonesia. Mengenal budaya tempat lain dan mengenal alam yang sebelumnya tidak saya kenal. Walaupun sebenarnya ada rasa rindu terhadap keluarga di Jawa. Saya harus menanti liburan panjang terlebih dahulu baru bisa pulang ke Jawa.
Pangkalpinang merupakan kota dengan banyak pendatang menurut saya.  Hal ini dikarenakan para tetangga saya dan para penjual yang saya temui kebanyakan perantauan. Saya jadi teringat cerita tetangga yang sudah lebih dahulu tinggal ditempat saya tinggal. Mereka bilang tempat ini dulunya hutan dan tidak ada listrik padahal itu di tahun 2000an. Tahun segitu kalau di Jawa listrik sudah 24 jam menyala iya ... Sedangkan di tempat saya tinggal listrik baru ada sekitar tahun 2000an dan sebelumnya mereka mempergunakan genset untuk kebutuhan listriknya, hingga akhirnya ketika tiang tiang itu terpasang, listrik mulai masuk ke tempat saya tinggal ini. Mungkin dikarenakan tempat ini dulunya hutan yang kemudian dibangun perumahan. Sehingga tidak heran kalau listriknya baru masuk di tahun 2000an ketika perumahan ini dalam tahap pembangunan. Disitulah saya merasa senang menjadi bagian dari PLN. Ada semacam kepuasaan dan kebanggaan pribadi bisa berkontribusi dalam menerangi negeri.
Setiap bagian merupakan penting. Awal mula saya berada pada posisi SDM di kantor area. Disini saya bekerja untuk mengelola seseorang. Mulai dari pengaturan absensi, pengaturan kesehatan,  pengaturan training atau pelatihan, sampai pengaturan perjalanan dinas. Banyak ilmu dan pengalaman yang saya dapatkan disini, dan tentunya banyak orang yang saya kenal sehingga saya tahu bagaimana repotnya dalam mengurus listrik ini. Untuk selanjutnya saya diberi amanah ditempatkan ditoboali pada bagian pembacaan meter dan pembuatan rekening. Tempat yang cukup jauh dari Kota Pangkalpinang. Hingga akhirnya amanah itu membawa saya ke kantor wilayah bangka hingga saat ini.


#sebenarnya ini untuk lomba blog di kantor yang harus di publish di kompasiana. Tapi karena ngerasa garing banget jadi malu buat publish nya .. So, publish di blog pribadi saya (istrinya) hahahah sayang banget kalau didelete soalnya

Komentar

Postingan populer dari blog ini

Review Produk Wardah Acne Series

Liwet Sapi For My baby

Acer Switch Alpha 12 : Si Notebook Tablet yang Menunjang Kreatifitas Tanpa Batas